Rabu, 04 April 2012

yang perlu kita tahu tentang hujan

REPUBLIKA.CO.ID, Berdasarkan hasil penelitian, dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 triliun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun.

Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah "tetap": yakni 513 triliun ton. Menurut Harun Yahya, fenomena alam itu sesunguhnya telah dinyatakan dalam Alquran sejak abad ke-7 M dengan menggunakan istilah "menurunkan air dari langit menurut kadar".

Mari kita simak Alquran surah Az-Zukhruf [43] ayat 11, ''Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).''

Menurut Harun Yahya, air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut "ukuran atau kadar" tertentu. ''Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini,'' ujar pemilik nama asli Adnan Oktar ini.

Bahkan, kata dia, sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini. Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini.

Satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Alquran.

Maha Benar Allah SWT dengan Segala Firmannya..

Senin, 02 April 2012

mencari nafkah dengan lagu dangdut, sedekah dengan lagu dangdut

Bismillahirrahmanirrahim

Pagi 03/04/2012 perjalan ketempat kerja menggunakan kereta api ekonomi, salah satu moda transportasi yang masih bersahabat dengan rakyat secara ekonomi.. ternyata membuahkan inspirasi, "ketika pagi berpencar ke belahan dunia untuk mencari rahmat Allah dan rezeki, bukan hanya para pekerja kantoran yang mencari rezeki, para pedagang asongan , bahkan pengamen yang secara bersamaan mencari rejeki di dalam gerbong kereta, perhatiaan ku tertuju pada sebuah lagu yang dinyanyikan seorang gadis kecil yang ikut mencari rezeki dalam gerbong. ia menyanyikan lagu wali " bukan bang toyib" liricnay kira2 begini ( " kau bilang padaku, kau inggin bertemu, ku bilang padamu, oh ya nanti dulu.. aku lagi sibuk sayang.. aku lagi kerja sayang.. untuk membeli beras dan sebongkah berlian... " )pas sekali rasanya menggambarkan kami2 yang sedang mencari rezeki.. kalo di lihat iramanya ternya kebanyakan lagu dangdut yang dinyanyikan.. bukan lagu2 heavy metal, pop, atau jenis lainnya,, t3rnyata lagu jenis dangdut ini lebih merakyat, sehingga dapat menghasilkan rupiah demi rupiah.. entah karena parta penumpang merasa kasihan atau memang nmereka suka.. saya jadi sempat terpikir bahwa pencipta lagu jenis dangdut itu, ternyata membawa manfaat bagi banyak orang.. apalagi ketika lagu2nya mulai dinyanyikan.. mulai dari artis sampai pengamen jalanan.. mungkin pahalanya akan terus mengalir.. selama lagu itu. dinyanyikan dan dapat menghasilkan pundi2 uang..
mungkin ada pencipta lagu yang menyedekahkan lagunya.. enak di dengar masyarakat.. dan dapat digunakan (dinyanyikan)untuk mencari rejeki melaui jual suara..

wasalam
Mardiyono