Rabu, 27 Mei 2015
(Cerita dan Inspirasi Tahajjud)
💌
Muhasabah CINTA (Cerita dan Inspirasi Tahajjud) bersama Ust. Uti Konsen.U.M.
📜Judul : CIRI PENGHUNI SURGA, SEDIKIT TIDUR DIWAKTU MALAM
<><><><><><><><><><><><><><><><><>
📩
Bismillaahirrohmaanirrohiim....
Di Dalam kitab Mukhtashar Qiyamul Lail oleh Maqrizi tertulis “Allah SWT memiliki hamba-hamba yang tidak suka tidur, karena takut mati sedang tidur.” Dalam kitab Al Hilyah Abu Nu’aim ditulis antara lain “Jika mata dibiasakan senang tidur, maka ia akan terbiasa senang tidur. Jika mata dibiasakan tidak senang tidur, maka ia akan terbiasa tidak senang tidur.” “ Hamba Allah yang paling dicintai Allah, adalah para penjaga matahari dan bulan (mereka adalah orang – orang yang setia melakukan qiyamul lail).” Demikian dikatakan oleh sahabat Abu Darda’ yang ditulis Imam Ahmad dakan kitab Az-Zuhud.
Salman Al Farisi, salah seorang sahabat dekat Nabi saw berkata “Seandainya jika di malam hari, ada orang yang menikam musuh Islam (dalam jihad), maka sungguh yang bangun mengerjakan shalat di malam hari, lebih baik daripada orang yang berjihad tadi “ (Abu Nu’aim dalam Hilyah). Hasan Al Bashri berkilah “Tidak ada amalan yang lebih utama setelah jihad, selain Qiyamul Lail “ (Az-Zuhud , oleh Imam Ahmad)
Dari Uqbah bin Amir, bahwa Nabi saw bersabda “Segolongan orang dari umatku bangun di malam hari, memaksa dirinya untuk berwudhu, padahal ia telah diikat dengan beberapa simpul tali. Ketika ia membasuh tangannya, terlepaslah satu di antara ikatannya. Ketika membasuh kakinya terlepas lagi satu ikatan. Ketika mengusap kepalanya terlepas pula satu ikatan. Ketika membasuh dua kakinya, terlepas lagi satu ikatan. Kemudian Allah swt berfirman kepada yang berada di belakang hijab (yakni para malaikat). Pandanglah oleh kalian kepada hamba-hamba-Ku. Ia telah memaksa dirinya lalu bermohon kepada-Ku. Apa yang dimohonkan oleh hamba-Ku, tentu akan Aku kabulkan baginya.”(HR.Ahmad – Ibnu Hibban)
Muhammad al Munkadir bertutur “Aku paksa diriku untuk melakukan qiyamul lail selama 40 tahun, sehingga aku terbiasa melakukannya“ (Sifatus Shafwah). Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata “Amal yang paling utama adalah apabila dilakukan dengan memaksa diri“. Juga Ibrahim bin Adhan menerangkan “Amal yang paling utama dalam pertimbangan akhirat adalah yang paling berat dilakukan oleh tubuh. Orang yang mengamalkannya ia akan mendapatkan pahala. Orang yang tidak mengamalkannya ia akan pergi dari dunia ke kampung akhirat tanpa bekal, sedikit atau banyak.”
Imam Ahmad selalu mengucapkan kata –kata untuk dirinya “Wahai jiwaku, segeralah bangun melaksanakan ketaatan, jika engkau terus tidur, engkau akan menyesali diri “ (Manaqib Imam Ahmad). Terkait ini Penulis Scotkandia Samuel Smills menulis ”Mulailah menanam gagasan, maka kamu akan memetik tindakan. Kemudian tanamlah tindakan, maka kamu akan memetik kebiasaan. Selanjutnya tanamlah kebiasaan, maka kamu akan memetik watak. Dan tanamlah watak,maka kamu nakan memetik nasib“
Ada satu anugerah besar bagi hamba-Nya yang hadir di mahsyar waktu itu, yaitu hadiah qiyamul lail yang pernah diamalkan ketika hidup di dunia. Hamba yang selalu berqiyamullail akan mendapatkan keringanan dari Allah. SWT Selama ia berdiri di panasnya mahsyar. Keringanan itu sesuai dengan lamanya berdiri ketika ber qiyamul lail. “Dan pada sebagian malam, sujudlah dan bertasbihlah kepada-Nya yang panjang (lama) di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu lebih menyukai kehidupan dunia, mereka tidak memperdulikan akan hari yang berat kiamat“ (Al Insan : 26-27).
Wallahu’alam.
Senin, 25 Mei 2015
nasihat kyai
Embun Penyejuk K.H. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Gontor):
1. Kaya itu penting, tapi jangan yang penting
kaya; yang penting kaya bisa menghalalkan
segala cara. Maka kalau bisa orang itu kaya
dan sehat. Sehat itu penting, krn maksiat saja
perlu sehat, apalagi ketaatan dan kebaikan
perlu kesehatan. Berusahalah jadi orang kuat.
2. Hidup itu nikmat dan indah, maka nikmatilah
keindahan hidup. Yang membuat tdk nikmat itu
manusianya. Allah sdh menjadikan semuanya
indah di dunia ini. "Dia-lah yang membuat
indah segala sesuatu yang Dia ciptakan" (Qs.
[32]: 7)
3. Keindahan dan kenikmatan bagi seorang guru
yaitu murid; bagi suami adlh istri; bagi orang
tua adlh anak; bagi pemimpin adlh rakyat, dst.
Ini surga kita: guru pny murid, murid pny guru,
itu surga. Bayangkan murid tdk pny guru, atau
guru tdk pny murid. Dokter tdk pny pasien,
pasien tdk pny dokter.
4. Guru bkn sekedar mengajar ilmu, tapi jg
mengajar kehidupan.Kiai yg bener itu ada di
pondok 24 jam, 7 hari seminggu, 31 hari
sebulan, dst; pesantren tdk boleh jadi sambilan,
mendidik dan mengajar tdk boleh hanya
sambilan. Harus totalitas; tenaga, pikiran, hati,
dan keikhlasan.
5. Kita syukuri kenikmatan ini, dan kita nikmati
kesyukuran ini. Jangan sampe kenikmatan kita
disyukuri orang lain, atau kesyukuran kita orang
lain yg menikmati. Ramadhan dan Idul Fitri, itu
kesyukuran dan kenikmatan kita, jangan sampe
malah orang2 nasrani, yahudi, kapitalis,
komunis, dll yg menikmati.
6. Memberi sedekah saat2 sulit itu bagus,
mulia. Memberi sedekah saat lapang itu biasa.
Ingat hadis Rasul: "juhdul muqill", kerja
kerasnya orang yg serba terbatas; maka
keterbatasan diri tdk boleh membuat orang tdk
berbuat kebaikan.
7. Maka, jangan sampe jadi manusia yg tdk pny
prestasi. Berprestasilah, dan harus pny keunggulan. Berprestasilah dlm kebaikan, kemakrufan dan kebenaran.
8. Di pondok ini semangatnya adalah kebersamaan utk memberi, bukan kebersamaan
utk bagi-bagi. Ingat, dlm berjuang dan berjihad
jgn berpikir dapat apa, berapa, itu sampah2
perjuangan.
9. Di pondok ini kita tanamkan bom, yaitu bom
spiritual, bukan bom kimiawi. Kita didik santri2
ini menjadi bom spiritual, utk mengebom
sesuatu yg tdk benar, kemungkaran dan
kemunduran.
10. Tiap orang pny aib, tiap lembaga pny kekurangan. Boleh membaca aib orang, tapi jangan membacakannya.
Bedakan antara
membaca dan membacakan. Suasana sekarang
ini semrawut, krn saling membacakan aib orang
lain.
11. Ulama yg mempertahankan harga diri dan meninggalkan persatuan umat, menjauhi
ukhuwah Islamiyah, tdk usaha diikuti, itu ulama
palsu. Umat ditinggalkan ulama itu pahit, tapi lbh pahit lg klo ulama ditinggalkan umat.
Minggu, 10 Mei 2015
Zina
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berzina tidak hanya mendapat laknat Allah ketika di dunia. Melainkan ketika dihisab di akhirat. Ketua PP Muhammdiyah Yunahar Ilyas menuturkan kisah Nabi Muhammad SAW ketika dihampiri seorang pemuda yang hendak berzina.
"Kisah ini harus menjadi cermin bagi para lelaki pelaku zina,"ungkapnya saat dihubungi Republika, Ahad (10/5).
Yunahar menjelaskan, berdasarkan hadits, suatu ketika Rasulullah didatangi oleh seorang pemuda yang ingin berzina, dia berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk berzina (mendengar hal itu) orang-orang mencelanya dan berkata, 'Cukup..cukup'. Kemudian Nabi bersabda,“Suruhlah dia mendekat!”
Lalu pemuda itu pun mendekati Rasulullah hingga jaraknya dekat sekali, kemudian duduk. Setelah itu Nabi berkata kepadanya : “Apakah kamu suka jika perzinaan terjadi pada ibumu?”
Pemuda itu menjawab : “Tidak, demi Allah”. Nabi melanjutkan pertanyaan nya, “Demikian pula orang lain, mereka tidak suka jika perzinaan terjadi pada ibu-ibu mereka.”
Nabi bertanya kembali, “Apakah engkau suka jika perzinaan terjadi pada puterimu?”
Dia menjawab : “Tidak, demi Allah”. Nabi menjawab : “Demikian pula orang lain, mereka tidak suka jika perzinaan terjadi pada puteri-puteri mereka.”
Nabi bertanya kembali : “Apakah engkau suka jika perzinaan terjadi pada saudara perempuanmu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak demi Allah.”
Nabi menjawab, “Demikian pula orang lain, tidak suka perzinaan terjadi pada saudara perempuan mereka.”
Nabi bertanya kembali, “Apakah engkau suka jika perzinaan terjadi pada saudara wanita ayahmu (bibi dari pihak ayah)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak demi Allah.” Nabi menjawab, “Demikian pula orang lain, tidak suka perzinaan terjadi pada bibi mereka.”
Nabi bertanya kembali : “Apakah engkau suka jika perzinaan terjadi pada saudara wanita ibumu (bibi dari pihak ibu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak demi Allah.” Nabi menjawab, “Demikian pula orang lain, tidak suka perzinaan terjadi pada bibi mereka.”
Kemudian Nabi meletakkan tangannya pada tubuh pemuda itu dan berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya”
Setelah doa ini, pemuda itu tidak pernah terpikirkan dengan perbuatan zina sedikitpun. Pemuda ini adalah pemuda yang jujur, pemuda yang takut bermaksiat kepada Allah. Dia tidak ingin nafsunya yang menggebu-gebu menjadikannya terjatuh dalam perzinahan. Maka dia “meminta izin” untuk berzina kepada Nabi.
Maka Nabi menasehati dan mendoakannya. Hingga hilanglah keinginan untuk bermaksiat kepada Allah. Demikianlah nasehat dan doa dapat menghilangkan kemungkaran.
Sesunggguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan zina, telah menerangkan kejinya, buruknya, dan jahatnya. Bahkan Dia melarang dari mendekatinya. "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS al-Isra : 32)
Nabi bersabda," Tidaklah pezina melakukan zina di saat berzina sedangkan dia dalam keadaan beriman."
sumber : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/05/10/no51s2-kisah-nabi-muhammad-saw-dengan-lelaki-yang-ingin-berzina
Langganan:
Postingan (Atom)